Postingan

Menampilkan postingan dari 2014

PELANGI

Tahukah kamu ? apa yang selalu muncul pertama kali ketika hujan datang ? Tahukah kamu ? apa yang menyegarkan dan melembutkan mata ketika memandang nya setelah hujan datang? dan.. Tahukah kamu ? apa yang membuat langit tersenyum ketika hujan usai membasahi bumi ?
itu adalah PELANGI
Satu-satu nya yang muncul pertama kali setelah hujan datang Satu-satu nya yang dapat menyegarkan dan melembutkan mata ketika memandang nya dan Satu-satu nya yang dapat membuat langit tersenyum ketika hujan berhenti membasahi bumi
Bentuk nya mungkin hanya separuh dari lingkaran, warna nya memang tidak begitu tegas terlihat, namun Ia mampu membuat semua yang ada di sekitanya tersenyum dan tak ingin ditinggalkan oleh nya
Tahukah kamu ? bagaimana persahabatan itu ada diantara manusia ? Tahukah kamu ? apa yang menyebabkan persahabatan itu ada diantara manusia ?
Jawaban nya singkat, tidak butuh penjelasan yang rumit, jawaban nya hanyalah
Kesamaan, Kenyamanan dan Kepercayaan
Pernahkah perbedaan membuat persahabatan menjadi run…

Langit Berbeda

Setitik dosa tak terlihat Segumpal ide tak berkembang Searah melangkah tak tersirat Semua seperti di bayang bayang
Saat itu cinta yang datang seperti labu Iya lembut.. namun hambar dirasa Bayangkanlah cinta itu sebagai layang - layang... anak - anak suka memainkan nya Ia terhempas di langit, jelas... membuat hati anak - anak gembira melihat nya Namun ketika layang - layang terputus dari benang.. anak - anak tidak akan langsung menangis.. mereka akan mengejar terlebih dahulu hingga mendapatkan kembali
Begitulah cinta yang pertama kali aku rasakan...
Cinta itu datang ke arah seseorang yang sangat dekat... begitu dekat.... Ketika Matahari Jatuh Cinta kepada Bulan... Maka Matahari tidak dengan mudah nya menggapai Bulan...
Kami berada di tempat yang sama.. Namun keadaan yang membuat kami tak bisa bersama
Ternyata ada beberapa bintang yang juga jatuh cinta kepada Bulan
Apa yang bisa Matahari lakukan? Ketika itu Matahari seperti manusia bisu... Ia tak bersinar
Matahari pun meredup.. Ia sembunyi dibalik awa…

Warna dan Kekuatan

Pagi ini matahari malu-malu menampakan wajahnya.. Ya, wajar saja.. saat ini sudah memasuki musim hujan...
Aku merenung, mamanfaatkan waktu ini... Aku berpikir, salahkah aku seperti ini? Aku memaksa diriku menjawab...
Tahukah? ini keputusan yang sangat sulit... Mereka, bagaikan cat bangunan yang siap mewarnai bangunan-bangunan dan membuat bangunan terlihat lebih cerah...
Namun.. Sadarkah engkah wahai MATAHARI ? Jika hujan deras datang.. Jika banjir bandang datang.. Maka warna cat itu akan memudar atau..... berubah warna menjadi kusam
Tapi mereka yang lain... Mereka bagaikan beton dari suatu bangunan... Meskipun hujan datang.... Meskipun banjir bandang datang.... Meskipun kilat dan petir menyambangi langit.... MATAHARI..... beton-beton itu tetap tegak berdiri, menguatkan sang rumah....
Wahai langit malam...... Apakah kamu mengerti ? Cat dan Beton itu sangat berguna bagi Sang Rumah...
Namun... yang mana yang harus di percaya oleh Sang Rumah ? dan........ yang mana yang lebih menjaga Sang Rumah ?
Wahai desir a…

W A K T U

Waktu itu... Sesuatu yang tidak terlihat, belum menunjukan pada ku hal yang harus nya aku pijaki...
Aku berjalan dengan semau ku... Aku berlari dengan semau ku... Aku berhenti dengan semau ku... dan semua itu tanpa tujuan yang pasti...
Suatu ketika aku terhenti... Menatap ke arah yang belum pernah aku temui... Aku ingat.. iya, aku ingat simbol itu didalam mimpi ku.. waktu itu.... Kemudian aku menoleh ke arah yang lain dalam waktu yang singkat... Percuma! hati ku tetap meminta untuk menolehkan kembali pandangan ku ke arah semula...
Iya, saat itu ku mulai berjalan dengan tujuan.... Ku mulai berlari dengan tujuan.... Namun.. Ketika ku sedang berlari kencang, aku tak sadar bahwa ada batu besar yang menghalangi kaki ku... Aku pun terjatuh... Iya, aku terlalu fokus untuk berlari... Hingga tak sadar.. ada yang menghalangi didepan sana....
Kini ku putuskan untuk berhenti berlari dengan kemudian berjalan.... Aku berjalan ke arah yang lain.. Ku tolehkan pandangan ku ke arah yang lain.... Mungkin kini hati ku ten…

PERJALANAN

Langkah..... Mungkin sepasang kaki tanpa sepatu ini tak ada lelah nya jika berjalan di jalur yang lambat... Namun, sepasang kaki dengan sepatu ini akan merasa lelah jika berjalan di jalur yang lambat...
Kini anggap saja, aku sedang pada posisi kedua.... Ditengah perjalanan ku saat ini, aku membutuhkan sebuah kendaraan berhenti dihadapan ku dan rela mengantarku sampai kepada tujuan....
Ketika akhirnya kendaraan itu datang dihadapan ku dan mengantar ku ke tujuan, kemudian baru aku sadar bahwa aku telah menghabiskan waktu yang lebih cepat dari biasa nya ketika aku berjalan tanpa sepatu....
Baru aku sadar..... Karena peristiwa itu, aku tak dapat menikmati kilauan sinar matahari pagi... Aku tak dapat bercengkrama dengan lika liku jalur yang biasa aku lalui.... Aku tak dapar melihat hal yang biasa aku lihat ditiap perjalanan pagi ku.... dan Aku kehilangan senyum pagi ku....
Kini aku sudah turun dari kendaraan itu, aku sudah sampai ditempat tujuan ku... Namun, yang terjadi saat ini adalah aku kehilangan…

Akar Sebuah Hati

Tulisan ini telah hadir sejak malam kemarin, kali ini ku berikan judul "Akar Sebuah Hati".. Ku harap judul itu pas dengan isi tulisan ini...

Adakala nya seorang yang ceria, mampu menandingi cahaya lampu... Ia bersinar, menyinari keraguan yang ada disekitarnya... Ia bersinar, menyinari kegelapan yang mengelilingi nya... dan Ia bersinar, demi tugas nya dimuka bumi...
Namun.... tak selamanya cahaya yang ia berikan akan selalu terang benderang... Begitupun matahari... Ia pasti beberapa kali tertutup awan dan tidak mampu menyinari muka bumi...
Ketika ia (seorang yang ceria itu) redup, langit dan bumi hanya menunggu... menunggu siapa yang akan membantu nya bersinar kembali...
Terjawab hanya matahari yang mampu membantu nya bersinar kembali... Akan tetapi, matahari pasti mengalami kehilangan cahaya nya karena tertutup awan... dan jika matahari itu tertutup awan dan jika berjuta bintang cyrus dikeliling nya tak mampu menggantikan matahari... maka ia (seorang yang ceria itu) bagaikan embun yan…

Cinta Allah

Dulu aku bukanlah seorang anak yang baik perilaku nya, mungkin aku melakukan banyak kesalahan diluar kendali dan dewasa ku. Pribadi ku yang dulu adalah pribadi yang sangat membuat ku tertawa jika ingat dan kadang membuat ku sedih pula.
Setiap hari nya, aku hanya memakai kaos oblong perempuan, celana boxer (celana yang panjang nya hanya sampai dengkul), memakai kacamata dan dilengkapi dengan rambut yang diikat. Pribadi ku yang bisa dibilang seperti anak laki-laki, membuat aku berperilaku yang kadang diluar kendali ku. Aku lebih emosi terhadap sesuatu, aku lebih arogan, dan aku lebih nyaman bila bermain dengan teman laki-laki.
Suatu saat sosok laki-laki itu ingin memangkas rambut ku seperti anak laki-laki agar aku bisa menutup aurat ku dengan pakaian wanita islam. Yaa, Ayah ku mungkin lelah menasehati ku hingga beliau memberikan ku opsi seperti itu. Aku menolak, aku anggap itu hanya bercanda.
Kini, aku sadar.... opsi yang diajukan oleh Ayah ku kala itu bukanlah semata-semata opsi belaka, n…

Keyakinan di dalam Keraguan

Mencintai Dunia

Sejak matahari menyapa Kumandang pagi memanggil Bahkan deringnya ikut menyapa Namun.. Kamu masih menikmati mimpi

Saat mata terbuka Kaki berjalan... menapak kemewahan Tanpa sambut kepada-Nya Kamu menuju dunia

Oh..... Manusia Ingatlah kamu kepada masa depan mu Sungguh sia - sia Masa depan itu sangat menunggu mu

Hari ke hari Kamu tetap tenang Tanpa melihat diri Kamu nampak senang

Oh..... Manusia Mereka halangan mu Tinggalkanlah mereka Atau kamu tetap dengan masa depan mu

Terlalu banyak yang kamu hamburkan Tanpa mengingat masa depan mu Tahukah kamu apa yang kamu lakukan? Mencintai Dunia tidak membantu mu..



2013



ZAN

Disudut Keramaian

Di tengah dunia ramaiKu tersudut sendiri Ku coba berjalan... namun tak menggapai Ku coba berlari... semakin jauh dari ini
Di tengah dunia ramai Ku tersudut sendiri Ku duduk... merenung... mendengar dunia ramai Ku terbangun... tersentak... namun ku tetap sendiri
Oh..... dimanakah ini? Mengapa ku tersudut di sini!! Oh..... Apa yang terjadi? Mengapa ku tetap sendiri!!
Di tengah dunia ramai Ku tersudut sendiri Berjalan... berlari... tetap tak sampai Terbangun... tersentak... tetap ku sendiri
Ingin ku gapai ramainya Namun semakin jauh...dan tetap Ku sendiri


23 Februari 2013


ZAN