Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2014

Disudut Keramaian

Di tengah dunia ramaiKu tersudut sendiri Ku coba berjalan... namun tak menggapai Ku coba berlari... semakin jauh dari ini
Di tengah dunia ramai Ku tersudut sendiri Ku duduk... merenung... mendengar dunia ramai Ku terbangun... tersentak... namun ku tetap sendiri
Oh..... dimanakah ini? Mengapa ku tersudut di sini!! Oh..... Apa yang terjadi? Mengapa ku tetap sendiri!!
Di tengah dunia ramai Ku tersudut sendiri Berjalan... berlari... tetap tak sampai Terbangun... tersentak... tetap ku sendiri
Ingin ku gapai ramainya Namun semakin jauh...dan tetap Ku sendiri


23 Februari 2013


ZAN

Seperti Dirimu

Saat itu gua baru lulus SMK, tepatnya pada tahun 2012. Gua lulus dan mulai masuk kerja di salah satu PT ternama di Indonesia pada 26 Juni 2012. Belum bermodalkan pengalaman apapun kecuali sekedar yang gua dapat dai Prakerin gua di tahun 2010 - 2011.
Ditempat kerja pertama gua, gua kenal dengan Admin Finance di divisi gua. Ka Nungky, itulah namanya. Dia baik banget, sering curhat dan jadi tempat curhat gua. Singkat cerita, ditengah perjalanan gua kerja 1 kantor dengan dia, dia out dari kantor tersebut dikarenakan kontrak magangnya habis. Waktu itu karena gua sudah dekat banget sama dia, jujur gua ngerasain banget perpisahan itu... Beraaaaaaat rasanya yang sudah seperti kakak gua sendiri..
Dan tulisan ini, khusus gua persembahkan buat dia. Ini tulisan pertama gua di tahun 2012, setelah sebelumnya gua pernah down dan berhenti menulis.. Thanks banget buat kakak Nungky, karena mu sekarang gua sudah mampu untuk menulis lagi.. Dan ini berjudul Seperti Dirimu..

Kamu menyinari ku seperti lilinkec…

Kita Sahabat

Sahabat.. kamu sahabat Kita tetap kita Sahabat.. kamu sahabat Kini hingga kini
Dia.. dia sahabat Hadir diantara kita Dia.. dia sahabat Memang bukan untuk kita
Jika kamu suka.. pahamilah dunia Dia pun tahu kamu punya rasa Jika kamu sayang pahamilah kita Dia pun tahu kita sahabat
Mereka.. mereka tak tahu Hadirnya rasa mu tak dapat dirasa mereka Dia.. dia tahu Hadirnya rasa mu menghalangi cintanya
Sahabat.. kita sahabat Dia tetap sahabat Hadirnya rasa mu menyiksa Dia bukan untuk mu
Jika kamu suka pahamilah dia Jika kamu sayang hargailah dia Dia.. dia sahabat Sahabat.. kita sahabat..


29 November 2012


ZAN

Jatuh Rasa Bagai Asa

Sejak pandangan pertama Rasa itu telah hadir Ku coba dekati perlahan Dengan cita yang telah berdesir
Saat ku mengenal Ku ingin tahu bagaimana Lalu ku berkhayal Ku pendam rasa disana
Kalian bukan sekedar SAHABAT Sejak pandangan pertama.. Ku telah jatuh rasa Rasa yang telah tersirat Tanpa ku berfikir.. bagai asa..
Kini telah ku sadari Prinsip itu menyatukan kita Bagai hidup dalam mimpi Prinsip itu tinta kita
Kini telah ku pahami Pandangan pertama itu membuat cinta Bagai dunia dalam mimpi Kita menyatu adanya.. tak tercipta..
04 November 2012

ZAN

Bola Mata

Disudut dunia, dia menyendiri Pagi dan malam mengerti dirinya Terlihat pandangan bersedih Kini dan esok mengerti dirinya
Hujan.. Kapan kamu akan mengerti? Sedang dia pun menanti mu Hujan.. Kapan kamu menghapus luka nya? Sedang dia pun bersabar untuk mu
Bola matanya menggambarkan kepedihan Rasa yang tak dapat dimengerti oleh mereka Bola matanya mengalirkan permintaan Hal yang tak dapat dimengerti mereka
Sungguh sepi yang terlihat dari bola mata itu Seakan terjadi sesuatu yang amat menyedihkan Sungguh takut yang terlihat dari bola mata itu Seakan memohon pertolongan atas kehancuran
Hujan.. kapan kamu merubah semua? Sedang dia pun memohon untuk mu Hujan.. kapan kamu memberinya senyuman? Sedang diapun terlungkup untuk pengabulan mu
Bola matanya menggambarkan kesendirian Rasa yang tak dapat dirasa oleh semua Bola matanya menunjukan kepahitan Hal dan rasa yang sulit diubah oleh mereka
09 November 2012

ZAN

Di Antara Jejak Tertinggi

Ku berpijak diantara jejak tertinggi Ku hadir diantara keluh dunia Mereka ... tak mampu berfikir hal ini Mereka ... seakan hanya berfikir kehidupan dunia
Tak ada yang mengerti jiwa ini Mereka hanya berfikir kekerasan jiwa Tak ada yang dapat melihat dunia ini Mereka ... hanya berfikir kesenangan jiwa

Jiwa dan raga ini sungguh rendah untuk mereka Hati dan fikiran ini tak ada nilai dan arti Hanya keegoisan yang mereka tahu dan rasa Tanpa berfikir.. bagaimana jiwa dan rasa yang tak berarti
Engkaulah yang mengerti jejak tertinggi itu Bagaimana mereka akan tersadar..? Hati, jiwa dan raga telah habis tertelan, oleh keras nya hidup Entah, sungguh hanya Engkau yang dapat menggempar
Kadang fikir ku terhalang oleh mereka Dihadap ataupun diakhir Tapi tetap dunia tak menerima Diantara ataupun terhimpit diakhir

Kapan semua akan terjawab..? Tangis dan jeritan telah menyelimuti mereka Kapan semua akan terungkap..? Air mata darah telah menyelimuti mereka
Engkaulah yang mengerti jejak tertinggi itu Bagaimana mereka akan terha…