Minggu, 25 Mei 2014

Keyakinan di dalam Keraguan


BAGIAN 1


7 Tahun yang lalu...


Seorang sahabat bercerita kepada saya bahwa didalam hatinya ada sebuah keraguan. Dia memiliki sebuah akidah yang justru menjadikan dirinya merasa ragu. Namanya Ana, dia kini berusia 22 tahun. Dia terlahir dari seorang wanita mahkota beragama Hindu dengan seorang pria ksatria beragama Katolik. Dia memiliki seorang nenek beragama Yahudi dan seorang  Kakek beragama Budha.

Sejak kecil ia menjadi putri Mahkota yang diberikan pendidikan di Sekolah mayoritas beragama Protestan. Ia anak yang cerdas, prestasinya tidak pernah menurun. Kesehariannya hanya di dalam rumah, ia seorang anak yang tidak menutup diri, ia memiliki banyak teman di sekolah. Namun suatu ketika, kedua orang tuanya memindahkan Ana ke sekolah lain. Kini Ana bersekolah di sekolah umum, dimana sekolah tersebut tidak memayoritaskan Agama, hanya saja di sekolah ini Ana lebih banyak memiliki teman beragama Muslim.

Suatu ketika seorang guru Agama mengajukan ujian praktek Shalat, guru itu tahu bahwa Ana bukan berakidah Muslim. Guru itu meminta Ana untuk meninggalkan kelas dan menuju perpustakaan, Ana menyetujui itu. Sesampainya di perpustakaan, Ana bertemu dengan petugas perpustakaan, namun petugas itu sedang berdiri menggunakan kain panjang yang menutup tubuhnya dan menghadap kearah barat. Kala itu, Ana bertanya didalam hati “Apa yang sedang ia lakukan?” namun karena takut mengganggu, Ana duduk di depan perpustakaan untuk menunggu penjaga itu selesai.

Sambil duduk Ana masih bertanya didalam hati, “Sampai berapa lama ia melakukan itu? Apa agama dia? Mengapa dia bergerak seperti itu? Ibadah kah? Atau sedang apa?” Ana kemudian mengintip lagi dari jendela, untuk memastikan apakah petugas itu sudah selesai atau belum. Kemudian Ana masuk kedalam perpustakaan. Ana mencari sesuatu yang ingin Ia baca, ia menemukan sebuah buku tebal yang didalam nya tidak berisi tulisan bahasa Indonesia ataupun bahasa Asing. Ia membawa nya dan kemudian menanyakan buku itu kepada petugas perpustakaan, petugas itu mengatakan bahwa buku itu adalah Al – Qur’an dan Al – Qur’an adalah kitab suci umat Muslim, Ana hanya terdiam, lalu meletakan kembali ke rak sebelumnya.

Ia mendekati sang petugas dan bertanya, “Apa itu Muslim? Apa itu Al – Qur’an? Mengapa setiap orang yang memakai pakaian seperti  jubbah bisa membaca nya? Sedangkan mereka berbeda beda bahasa ketika berbicara. Apa itu Muslim? (Tanya Ana lagi) Apa itu Al – Qur’an? (Tanya Ana lagi) namun sang penjaga tidak menjawab pertanyaan itu, sang penjaga hanya memberikan sebuah buku yang berisi ilmu pengetahuan Alam, dan sang penjaga bertanya “Apa itu Bumi? Apa itu Langit? Mengapa seluruh manusia mengetahui Bumi dan Langit? Sedangkan bahasa yang digunakan berbeda dan mereka tinggal ditempat yang berbeda".  Ana hanya terdiam.

Ana melihat jam tangannya yang sudah  menunjukan pukul 10:00 pagi, itu menandakan bahwa Ujian Praktek Shalat telah selesai. Ia kembali ke kelas, sesampainya di kelas ia duduk termenung memikirkan hal yang baru saja ia alami. Ana masih memikirkan penjelasan sang petugas pepustakaan, hati Ana bertanya-tanya saat itu. Lalu kemudian, ia memberanikan diri bertanya kepada teman sebangku nya “Lina, Apa itu Shalat?” kemudian Lina menjawab “Shalat adalah sembahyang umat Muslim yang wajib dilaksanakan oleh setiap pemeluk agama Muslim dan dalam satu hari, Umat Muslim wajib melaksanakan sampai 5 waktu”. Ana terdiam, Ana merenung kembali dan bertanya didalam hati “Untuk siapa mereka Shalat? Siapa Tuhan mereka? Mengapa tidak terlihat? Apa yang disembah oleh mereka? Mengapa gerakan Shalat nya seperti itu?”

Keesokan harinya, Ana datang kesekolah lebih pagi dari sebelumnya. Ia duduk di depan perpustakaan menunggu petugas perpustakaan datang, Ana berniat untuk bertanya lebih jauh tentang apa yang dijelaskan oleh sang petugas kemarin.

Sudah hampir 30 menit Ana menunggu di sana namun petugas perpustakaan belum juga datang, lalu Ana memutuskan untuk kembali ke kelas, selama menuju kelas hati Ana gundah, berkecamuk, Ia bimbang melihat kedua orang tua dan kakek neneknya beribadah yang berbeda, sejak kejadian kemarin hingga saat itu ia selalu bertanya didalam hatinya mengenai penjelasan petugas perpustakaan mengenai Islam, Al - Qur'an, Shalat dan Tuhan umat Muslim.


-ZAN-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar