Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2014

Warna dan Kekuatan

Pagi ini matahari malu-malu menampakan wajahnya.. Ya, wajar saja.. saat ini sudah memasuki musim hujan...
Aku merenung, mamanfaatkan waktu ini... Aku berpikir, salahkah aku seperti ini? Aku memaksa diriku menjawab...
Tahukah? ini keputusan yang sangat sulit... Mereka, bagaikan cat bangunan yang siap mewarnai bangunan-bangunan dan membuat bangunan terlihat lebih cerah...
Namun.. Sadarkah engkah wahai MATAHARI ? Jika hujan deras datang.. Jika banjir bandang datang.. Maka warna cat itu akan memudar atau..... berubah warna menjadi kusam
Tapi mereka yang lain... Mereka bagaikan beton dari suatu bangunan... Meskipun hujan datang.... Meskipun banjir bandang datang.... Meskipun kilat dan petir menyambangi langit.... MATAHARI..... beton-beton itu tetap tegak berdiri, menguatkan sang rumah....
Wahai langit malam...... Apakah kamu mengerti ? Cat dan Beton itu sangat berguna bagi Sang Rumah...
Namun... yang mana yang harus di percaya oleh Sang Rumah ? dan........ yang mana yang lebih menjaga Sang Rumah ?
Wahai desir a…

W A K T U

Waktu itu... Sesuatu yang tidak terlihat, belum menunjukan pada ku hal yang harus nya aku pijaki...
Aku berjalan dengan semau ku... Aku berlari dengan semau ku... Aku berhenti dengan semau ku... dan semua itu tanpa tujuan yang pasti...
Suatu ketika aku terhenti... Menatap ke arah yang belum pernah aku temui... Aku ingat.. iya, aku ingat simbol itu didalam mimpi ku.. waktu itu.... Kemudian aku menoleh ke arah yang lain dalam waktu yang singkat... Percuma! hati ku tetap meminta untuk menolehkan kembali pandangan ku ke arah semula...
Iya, saat itu ku mulai berjalan dengan tujuan.... Ku mulai berlari dengan tujuan.... Namun.. Ketika ku sedang berlari kencang, aku tak sadar bahwa ada batu besar yang menghalangi kaki ku... Aku pun terjatuh... Iya, aku terlalu fokus untuk berlari... Hingga tak sadar.. ada yang menghalangi didepan sana....
Kini ku putuskan untuk berhenti berlari dengan kemudian berjalan.... Aku berjalan ke arah yang lain.. Ku tolehkan pandangan ku ke arah yang lain.... Mungkin kini hati ku ten…

PERJALANAN

Langkah..... Mungkin sepasang kaki tanpa sepatu ini tak ada lelah nya jika berjalan di jalur yang lambat... Namun, sepasang kaki dengan sepatu ini akan merasa lelah jika berjalan di jalur yang lambat...
Kini anggap saja, aku sedang pada posisi kedua.... Ditengah perjalanan ku saat ini, aku membutuhkan sebuah kendaraan berhenti dihadapan ku dan rela mengantarku sampai kepada tujuan....
Ketika akhirnya kendaraan itu datang dihadapan ku dan mengantar ku ke tujuan, kemudian baru aku sadar bahwa aku telah menghabiskan waktu yang lebih cepat dari biasa nya ketika aku berjalan tanpa sepatu....
Baru aku sadar..... Karena peristiwa itu, aku tak dapat menikmati kilauan sinar matahari pagi... Aku tak dapat bercengkrama dengan lika liku jalur yang biasa aku lalui.... Aku tak dapar melihat hal yang biasa aku lihat ditiap perjalanan pagi ku.... dan Aku kehilangan senyum pagi ku....
Kini aku sudah turun dari kendaraan itu, aku sudah sampai ditempat tujuan ku... Namun, yang terjadi saat ini adalah aku kehilangan…

Akar Sebuah Hati

Tulisan ini telah hadir sejak malam kemarin, kali ini ku berikan judul "Akar Sebuah Hati".. Ku harap judul itu pas dengan isi tulisan ini...

Adakala nya seorang yang ceria, mampu menandingi cahaya lampu... Ia bersinar, menyinari keraguan yang ada disekitarnya... Ia bersinar, menyinari kegelapan yang mengelilingi nya... dan Ia bersinar, demi tugas nya dimuka bumi...
Namun.... tak selamanya cahaya yang ia berikan akan selalu terang benderang... Begitupun matahari... Ia pasti beberapa kali tertutup awan dan tidak mampu menyinari muka bumi...
Ketika ia (seorang yang ceria itu) redup, langit dan bumi hanya menunggu... menunggu siapa yang akan membantu nya bersinar kembali...
Terjawab hanya matahari yang mampu membantu nya bersinar kembali... Akan tetapi, matahari pasti mengalami kehilangan cahaya nya karena tertutup awan... dan jika matahari itu tertutup awan dan jika berjuta bintang cyrus dikeliling nya tak mampu menggantikan matahari... maka ia (seorang yang ceria itu) bagaikan embun yan…