Selasa, 16 September 2014

Akar Sebuah Hati

Tulisan ini telah hadir sejak malam kemarin, kali ini ku berikan judul "Akar Sebuah Hati".. Ku harap judul itu pas dengan isi tulisan ini...


Adakala nya seorang yang ceria, mampu menandingi cahaya lampu...
Ia bersinar, menyinari keraguan yang ada disekitarnya...
Ia bersinar, menyinari kegelapan yang mengelilingi nya...
dan Ia bersinar, demi tugas nya dimuka bumi...

Namun.... tak selamanya cahaya yang ia berikan akan selalu terang benderang...
Begitupun matahari... Ia pasti beberapa kali tertutup awan dan tidak mampu menyinari muka bumi...

Ketika ia (seorang yang ceria itu) redup, langit dan bumi hanya menunggu... menunggu siapa yang akan membantu nya bersinar kembali...

Terjawab hanya matahari yang mampu membantu nya bersinar kembali...
Akan tetapi, matahari pasti mengalami kehilangan cahaya nya karena tertutup awan...
dan jika matahari itu tertutup awan dan jika berjuta bintang cyrus dikeliling nya tak mampu menggantikan matahari... maka ia (seorang yang ceria itu) bagaikan embun yang tertutup kapas...

Ia hanya mampu dipandang dari jauh...
Namun... jika ia dipandang dengan jarak dekat, ia adalah gumpalan gumpalan kapas yang bertaburan dilangit...

Ia tidak terlihat... tidak ada yang mampu membantu nya bersinar, kecuali jika awan itu berhenti menutupi matahari...

dan jika matahari tetap tertutup awan... maka cahaya yang ada pada dirinya akan sirna... cahaya nya akan redup... seolah kehidupan nya tak lagi dibutuhkan oleh muka bumi....


-ZAN-
Redup nya cahaya itu, Tertutup nya Matahari itu dengan awan...  "bagaikan hati seorang manusia"....
Ketika hati seorang manusia tertutup dengan dosa, maka....... air jernih pun takkan mampu melunturkan dosa nya, jika air jernih tersebut tetap mengalir deras tanpa kesucian nya (tanpa berubah menjadi air wudhu)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar