Rabu, 08 Oktober 2014

Langit Berbeda

Setitik dosa tak terlihat
Segumpal ide tak berkembang
Searah melangkah tak tersirat
Semua seperti di bayang bayang

Saat itu cinta yang datang seperti labu
Iya lembut.. namun hambar dirasa
Bayangkanlah cinta itu sebagai layang - layang... anak - anak suka memainkan nya
Ia terhempas di langit, jelas... membuat hati anak - anak gembira melihat nya
Namun ketika layang - layang terputus dari benang.. anak - anak tidak akan langsung menangis.. mereka akan mengejar terlebih dahulu hingga mendapatkan kembali

Begitulah cinta yang pertama kali aku rasakan...

Cinta itu datang ke arah seseorang yang sangat dekat... begitu dekat....
Ketika Matahari Jatuh Cinta kepada Bulan...
Maka Matahari tidak dengan mudah nya menggapai Bulan...

Kami berada di tempat yang sama.. Namun keadaan yang membuat kami tak bisa bersama

Ternyata ada beberapa bintang yang juga jatuh cinta kepada Bulan

Apa yang bisa Matahari lakukan? Ketika itu Matahari seperti manusia bisu... Ia tak bersinar

Matahari pun meredup.. Ia sembunyi dibalik awan..
Tetapi, Bulan masih tetap bersinar dengan indah nya..

Wahai Bulan.....
Tidak sadarkah kamu bahwa aku (Matahari itu) pernah jatuh cinta kepada mu?
dan Tidak sadarkah kamu bahwa aku tidak melupakan kamu? bahkan hingga saat ini...

Wahai Bulan......
Sudah berabad kita tidak di langit yang sama..
Kamu berpindah ke langit timur dan bersinar disana..
Sedangkan aku... aku tetap bersinar disini.. dan menunggu mu di langit ini.......

Wahai Bulan.......
Tidak sadarkah engkau? aku masih merindu mu... bukan hanya manusia saja yang mampu merindu!!

Wahai Bulan.......
Aku masih ingat.. ketika kita bersinar diwaktu yang sama dengan langit yang sama...
Aku juga masih ingat dengan petir yang menyambar sebuah pohon besar di bumi sana...

Sebuah pohon besar yang kau beri untuk ku.. hilang terhempas Petir....

Wahai Bulan........
Maafkan aku yang belum sempat merawat pohon besar itu..
Sebuah pohon besar yang sangat indah buat ku dan sangat ingin ku berikan cahaya agar ia tetap hidup...

Ya... Pohon besar yang bisa tetap menyatukan kita meski kita di langit berbeda...

Wahai Bulan........
Maafkanlah diri ini yang sampai saat ini masih merindukan cahaya kita di langit yang sama
Maafkanlah diri ini yang sampai saat ini sinar ku meredup
Izinkanlah diri mu untuk bertemu disini
Izinkanlah cahaya mu hadir di langit ini kembali bersinar bersama.... meskipun dalam beberapa waktu saja

Aku ingin kita berpijar di langit yang sama
Aku ingin kita seperti butir butir air hujan yang mampu membuat bunga hidup kembali
Aku ingin kita seperti hembusan angin yang mampu menyejukan hati manusia

Wahai Bulan........
Jika memang ini tak mungkin.. maka izinkanlah Matahari menyapa mu yang kini bersinar di langit timur
Sungguh aku selalu ingat
Selalu rindu
dan Terus berharap kepada Tuhan kita (Allah SWT) untuk mempertemukan kita kembali di langit yang sama dan bersinar diwaktu yang sama......


-ZAN-
Tidak ada kata yang berkesan untuk tulisan ini.. aku menulis ini hanya untuk berterimakasih kepada mu yang lama tidak memunculkan kabar.. I hope you always fine :)

2 komentar:

  1. jeng ,, jeng ,, koment dikit ahh ,,
    bulan sma matahari kapan bersinar bareng yakk '-'
    hehe~

    BalasHapus
    Balasan
    1. pernah lihat bulan jam 5 sore atau jam setengah 6 pagi ga? sebenar nya mereka bersinar di waktu yang sama dan di langit yang sama pula, namun karena matahari lebih besar dari bulan dan bumi berputar maka terciptalah siang dan malam sehingga cahaya matahari yang terpancar menutupi sinar bulan (itulah kenapa manusia tidak bisa tegas melihat matahari dan bulan bersinar di waktu yang sama dengan langit yang sama). tapi sekarang keadaannya, matahari sama bulan nya lagi jauh. wkwkwk matahari dan bulan hanyalah analogi untuk 2 orang manusia (laki" dan perempuan) dimana mereka dulu selalu bersama dan sekarang mereka terpisahkan jarak, terlebih lagi laki" itu hilang tanpa kabar :)

      Hapus