Jumat, 02 Januari 2015

Keyakinan di dalam Keraguan Bag. 2


BAGIAN 2

Pagi itu cuaca terasa sejuk, waktu sudah menunjukan pukul 07.00 pagi, petugas perpustakaan baru saja tiba di depan ruang kerjanya, rupanya hari itu ia tiba lebih siang dari biasanya dan kemudian ia memasuki ruang kerjanya. Seperti biasa, sebelum ia duduk dan mengaktifkan komputer, ia periksa dan merapikan beberapa buku yang terlihat kurang rapi di rak nya.

Sedangkan di ruang kelas Ana, seorang guru matematika sedang memulai materi. Hari itu Ana sangat ingin bertemu dengan Ibu Fatimah (petugas perpustakaan yang telah ditemui Ana kemarin).

Waktu istiahat belajar mengajarpun tiba, tanpa berpikir panjang dan membuang waktu Ana langsung menuju perpustakaan untuk menemui Ibu Fatimah.

Jarak antara kelas Ana dan Perpustakaan tidak jauh, Ana hanya perlu menuju gedung B dengan jarak sekitar 200 meter. Sesampainya di Perpustakaan, Ana belum bicara sedikitpun kepada Ibu Fatimah, namun Ibu Fatimah tersenyum dan meminta Ana untuk duduk dihadapannya; rupanya Ibu Fatimah sudah mengetahui maksud dan tujuan Ana menemuinya.

“Apa yang ingin kamu tanyakan anak manis?” begitulah sapa Ibu Fatimah kepada Ana

“Aku hanya ingin mengenal Islam dan Muslim bu” jelas Ana dengan wajah yang ditundukan
“Angkat wajah mu dan tersenyumlah, aku akan membantu mu menjawab semua pertanyaan mu mengenai Islam dan Muslim” pinta Ibu Fatimah

“Bu, apakah Islam dan Muslim itu berbeda?”  Tanya Ana

“Islam adalah Agama nak, sedangkan Muslim ataupun Muslimah adalah panggilan untuk  pemeluk agama Islam, Muslim untuk laki-laki dan Muslimah untuk perempuan. Muslim atau Muslimah juga tak hanya sebuah panggilan pemeluk agama Islam, tentunya bagi pemeluk agama Islam yang menjalankan syariat (peraturan-peraturan) Islam-lah yang pantas dikatakan seorang Muslim atau seorang Muslimah” Terang Ibu Fatimah singkat dengan seyum di pipinya

“Bu, mengapa seorang yang beragama Islam selalu berpakaian tertutup bagi wanitanya? Bahkan sebagian dari mereka hanya terlihat matanya saja, apakah benar yang dikatakan manusia-manusia pirang itu bahwa mereka adalah teroris? Dan Mengapa kotak hitam yang ada di Negara Arab sana mereka sembah dengan mengelilingnya? Apakah Ibu juga termasuk satu dari mereka yang menyembah kotak hitam itu dengan mengelilinginya?” kali ini sepertinya Ana tidak ingin menyiakan waktu berduanya dengan Ibu Fatimah, ia langsung menanyakan hal kongkrit dalam Islam kepada Ibu Fatimah

“Nak…..

Ketika Ibu Fatimah akan menjawab pertanyaan yang diajukan Ana hari itu, terdengar pemberitahuan bahwa waktu istirahat telah usai dan kembali melanjutkan jam belajar.

Lalu Ana kembali menuju kelasnya..



-ZAN-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar