Selasa, 05 Mei 2015

Manusia di bawah Lampu Kota


Diantara gelap malam

Tanpa  suara, tanpa sinar bulan dan bintang

Dengan langit pekat malam

Ia berdiri di bawah Sebuah Lampu Kota



Sendiri

Tak tahu ingin apa

Tak tahu harus apa

Ia hanya terdiam, berdiri sendiri



Entah apa yang ditunggu

Entah apa yang diharapkan terjadi

Ia tetap berdiri sendiri

Tanpa benda lain yang dibawa



Menunggu?

Tidak!

Merenung?

Tidak juga!

Mengharap?

Entah apa yang diharapkan, semua hanyalah gelap



Pandangan matanya hanya menatap ke satu arah

Tidak kedepan, tidak kesamping, tidak juga ke atas

Ia hanya menunduk

Memandang apa yang ia pijak



Ia berdiri di bawah sebuah Lampu Kota

Memandang bayangan hitam dirinya

Hanya bayangan itu yang menemaninya

Bayangan yang rela di samarkan oleh gelapnya malam



Ia berdiri di bawah sebuah Lampu Kota

Tanpa kata yang ia ucapkan, tanpa suara yang menemaninya

Hanya bisik angin yang terdengar

Berlalu dengan membawa rasa hampa



Sampai angin itu berlalu

Ia tetap di sana

Tak ada hal lain yang ia lakukan

Hanya berdiri dan memandang bayangan dirinya—yang samar di bawah Sebuah  Lampu Kota




-ZAN-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar