Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2015

Wanita Tua

Di ujung jalan Ibu Kota Ia berdiri di bawah lampu lalu lintas Ia tegap menahan beban yang dibawa Kadang ia berlari menjajakan barang yang dibawanya Sejak pagi ia bergegas menantang jalan Ibu Kota Tak pantang dengan panas sinar matahari Tak khawatir akan turunnya hujan deras Ia tetap tegak bekerja demi hidupnya Di tengah kemacetan, bersama jutaan kendaraan Ia lakukan tanpa lelah dan mengeluh Dengan sabar ia jalankan Demi sesuap nasi untuk anak di gendongnya Ingin aku membantu dan menyenangkan wanita itu Tapi apa daya, aku tak mungkin meninggalkan kewajibanku Dimanakah anak-anak wanita itu? Apakah hanya anak yang dibawa—satu-satunya anak yang ia punya? Di ujung jalan Ibu Kota Kadang ia berjalan, kadang ia berlari Kadang ia menangis, kadang ia tersenyum Wanita tua, meski terlihat lusuh kau sangat bersemangat -ZAN-