Rabu, 03 Juni 2015

Wanita Tua


Di ujung jalan Ibu Kota
Ia berdiri di bawah lampu lalu lintas
Ia tegap menahan beban yang dibawa
Kadang ia berlari menjajakan barang yang dibawanya

Sejak pagi ia bergegas menantang jalan Ibu Kota
Tak pantang dengan panas sinar matahari
Tak khawatir akan turunnya hujan deras
Ia tetap tegak bekerja demi hidupnya

Di tengah kemacetan, bersama jutaan kendaraan
Ia lakukan tanpa lelah dan mengeluh
Dengan sabar ia jalankan
Demi sesuap nasi untuk anak di gendongnya

Ingin aku membantu dan menyenangkan wanita itu
Tapi apa daya, aku tak mungkin meninggalkan kewajibanku
Dimanakah anak-anak wanita itu?
Apakah hanya anak yang dibawa—satu-satunya anak yang ia punya?

Di ujung jalan Ibu Kota
Kadang ia berjalan, kadang ia berlari
Kadang ia menangis, kadang ia tersenyum
Wanita tua, meski terlihat lusuh kau sangat bersemangat


-ZAN-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar