Kamis, 30 Juli 2015

Rayuan Senja

aku tak menyadari,
sepertinya langit pun tak menyadari,
kafilah-kafilah angin tak menghampiri,
mereka tak lagi menyapa

hatiku sedang tak baik,
penghujung hari tak melukiskan ceria,
tawa anak-anak hanya melintas sejenak,
mataku terpana hanya perhatikan mereka

senja sore menyapaku,
melukiskan langit dengan secercah cahanya,
terpanalah aku hingga diam terpaku,
senyum tipis di wajahku berusaha ada

senja sore menari di langit,
menyatukan awan dan angin,
membawa jingga di birunya langit,
berbisik di telingaku kafilah-kafilah angin

aku terhempas oleh rasa,
cinta yang dulu tak lagi ada,
harapan yang kuperjuangankan tak lagi kukejar,
impian lalu, sengaja kubuat hambar

masa lalu t'lah pergi,
aku sungguh menyukainya,
dalam hati sudah tak ada dengki,
kini hanya ada ceita yang ceria

manusia baru belum kuharapkan hadir,
walau aku tetap menunggu,
senja sore tahu rasaku,
dia merayu lagi


-ZAN-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar