Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2015

Andaikan Waktu adalah Cinta

Oleh: Zulfha A. Nurlia Siang itu, cuaca sangatlah mendung. Jika dihitung detik, mungkin beberapa detik lagi hujan akan turun. Gerbang sekolah sudah dibuka, menandakan bahwa jam pulang sekolah telah tiba. Rena dan Mawar adalah siswi kelas 1 di salah satu SMA Negeri di Bandung, siang ini mereka berniat untuk menyelesaikan tugas Pak Mahmud di rumah Rena. Setelah satu langkah melewati gerbang, Gilang memanggil Mawar dan menghampirinya. Gilang meminta kepada Mawar untuk membantunya menyelesaikan tugas matematika, namun Mawar tak langsung menyetujuinya, ia mengatakan pada Gilang bahwa ia akan memberi kabar pada Gilang jika ia berminat untuk membantunya. “Kasian sih, tapi Gilang bandel banget, dia juga sering banget mengejek lu Ma. Terus gimana? Lu terima permintaan dia?” (Tanya Rena dengan penuh rasa penasaran) “Belum tau Ren, siang ini kan kita juga mau selesaikan tugas Pak Mahmud, ya kalau sempet aja deh nanti gue kabarin ke Gilang” (Jawab Mawar pasrah) “Kayanya Gilang a