Senin, 15 Februari 2016

Aku, Rahasia yang Tak Bisa Mengumpat

Aku adalah Rahasia yang tak bisa mengumpat.
Meski ku berlari menyusuri sungai,
Meski ku berhenti dan berjalan melalui persimpangan,
Meski ku berhenti di balik dinding yang tinggi,
Aku tetaplah Rahasia yang tak bisa mengumpat.

Aku menyapa semua keadaan dengan senyum yang dipaksakan,
Membiarkan bahagia pergi begitu saja,
Lalu aku tertegun melihat seorang wanita tua yang berjalan tak tahu arah,
Aku membantunya.. dia tahu aku sedang mengumpat!
Lagi-lagi aku tak bisa mengumpat.

Bahagia yang ku tunggu,
Ia datang,
Mungkin memang dia,
Tapi akhirnya aku mengumpat kembali.

Menyembunyikan diri,
Membiarkan terbelenggu oleh angin,
Membiarkan diri bagai pasir yang tersiak oleh angin,
Aku hanya ingin bahagia itu tak pergi lagi.

Aku ingin bahagia bisa menunggu sebentar,
Hingga aku tak perlu mengumpat lagi.


-ZAN-

2 komentar:

  1. mengumpat teh ngomongin dari belakang bukan?? he

    BalasHapus
  2. mengumpat di sini lebih kepada bersembunyi. kalo di jakarta singkatnya dibilang mengumpat. gitu, hehe

    BalasHapus