Kamis, 28 April 2016

Setapak Cintaku

Aku diusik oleh malam yang kelabu
Kamar ini gelap
Sengaja tak kunyalakan sedikitpun cahaya
Biarkan saja bulan yang bersinar
Sejuk...
Aku diam
Aku sendiri
Aku menikmati

Aku duduk menghitung beberapa hari
Dengan jari jemari yang sudah siap dilingkari
Dengan telapak tangan yang sudah siap dilengkapi
Melihat angka pada kalender itu
Sudah ditandai dengan warna merah
Ada janji
Ada yang harus dipertanyakan

Cuitan burung gereja menemani
Hinggap di loteng kamar
Aku berlari kecil menghampiri
Memandangnya dari balkon kamar
Ia pergi...
Burung merpati menghampiri
Membawa sebuah surat
Diikatkan pada kaki kiri
Kubuka ikatannya
Lalu kubaca

Dia membatalkan janji
Kecewa aku!
Marah aku!
Tapi tak bisa kuteriak
Dia pergi...
Sudah pergi dan tak ada lagi
Bukan bersama yang lain
Bukan untuk Kota lain
Bukan untuk Negara lain
Tapi untuk Tuhan semesta ini

Aku kehilangan cintaku
Dibawa pergi olehnya
Aku terkulai lemas
Tidak tersedu-sedu
Aku ikhlas

Ia pergi membawa cintaku
Cinta yang belum kusampaikan
Cinta sederhana
Yang mengalahkan hujan di tengah badai


-ZAN-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar