Senin, 25 April 2016

Tua Jakarta

Aku berjalan di jembatan penyeberangan
Melihat puluhan kendaraan
Berbagai emosi tumpah ruah
Klakson dibunyikan
Suara teriakan
Serta asap kendaraan terasa seperti menelan arang

Jakarta...
Sudah tua rupanya
Tertawa para petinggi
Mengira telah membenahi
Polisi mengatur lalu lintas
Masih didapat pengemudi tak pantas


Aku terperenjat dalam keramaian
Yang harusnya terasa ramai
Sepi...
Sepi dan sunyi...
Menelusur dosa-dosa Jakarta
Tak pantas aku pikirkan
Berjalan menyakitkan

Aku kembali melewati sawah
Yang sudah tak lagi mewah
Hilang sudah karena sumpah serapah
Kini menjadi gedung-gedung tinggi
Kalah aku...
Mewakili mata rakyat dan hatinya
Tak bisa juga didengar
Tuli...
Tuli dan buta...
Hilang sudah Jakartaku


-ZAN-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar