Senin, 28 November 2016

Belahan Bumi Lain

bulan sabit telah pergi
dari musimnya...
kata orang, bulan purnama sedang hangat,
menjadi pembicaraan

ada yang berjumpa
ada yang merindu
ada pula yang saling mengasihi
tapi aku, hanya mampu duduk
menyaksikan segala
lantunan indah pesan-pesanmu

dari kejauhan, seseorang berjalan mendekat
begitu dekat...
Ayahku, rupanya
ia bilang, pelangi hanya ada saat tidak dibutuhkan
biarkan..

ya, biarlah...
Tuhan tahu segala
aku tak bisa cerita
pada bulan purnama,
pada dirimu yang kini tak nampak di langit senja

kemarin...
ku dengar kau pergi
untuk kebahagiaan abadi
tanpa pamit,
aku hanya merenung,
berpikir sempit,
mengandai kau mungkin hanya sedang merasa sakit

esok hari, seorang gadis mungil menghampiri
mengubah renunganku
haruskah aku melupakan?

lalu kupu-kupu datang,
menitipkan pesan pada kembang sepatu
rintik hujan membasahi, kemudian pergi
dan pelangi datang kembali

aku tak pernah lupa,
pada secercah cahaya di langit senja


-ZAN-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar