Postingan

Menampilkan postingan dari 2017

Arti Kesempatan

Ada yang bilang keberhasilan seseorang disebabkan karena usaha yang gigih. Perlu teman-teman ketahui bahwa, suatu keberhasilan dapat terjadi apabila seorang tersebut berani mengambil kesempatan yang ada. Bukan hanya menunggu ataupun berusaha dengan gigihnya. Barulah kemudian berusaha dengan gigihnya.

Selain itu, keyakinan hati juga memengaruhi keberanian dalam pengambilan keputusan.

Tipsnya adalah:

Pertama, berani mengambil kesempatan.
Kedua, gigih dalam mengerjakan.
Ketiga, berdoa pada Allah.
Keempat, pertahankan dan tingkatkan yang telah diraih.
Kelima, selalu rendah hati.

Terima kasih, semoga tertjerahkan.
Salam,


ZAN

Ayam Berkotek di Pagi Nara

Sudah satu minggu Mimin tak berkotek, subuh ini pun ia masih belum mengeluarkan suaranya. Ia merenung, memikirkan nasibnya hari ini yang tidak tahu harus makan apa dan mencarinya kemana, setelah satu minggu sebelumnya ia selalu memakan sisa - sisa manusia yang dibuang ke tong sampah. Matahari malu-malu menampakkan wujudnya, nyala sinar lampu kota mulai dipadamkan, puluhan pedagang tergopoh-gopoh menuju Pasar Kota, membopong berbagai macam Badaing dagangan mereka. Mimin memperhatikan segalanya dengan perasaan sedih
Di tengah Kota yang hingar bingar dan mulai ramai dengan segala aktivitas manusia, Mimin sembunyi di balik gubuk karton yang terletak di samping tong sampah Kantor Pos. Jaraknya sekitar lima ratus meter dari pasar. Manusia terlihat ramai berlalu-lalang. Sesekali mereka menoleh kearah Mimin. Sebagian dari mereka merasa iba, dan sebagian yang lain menatap dengan penuh nafu untuk menangkap lalu menjualnya. Mimin merasa takut. Tak berani timbul dari persembunyiannya. Ia hanya mem…

Gadis Belanda Berkebaya

gerimis pagi masih mengikis dedaunan
terlihat seorang gadis berjalan di pekarangan sawah
berpakaian ala belanda
dengan payung merah jambu di tangan kanannya
ia sembunyi dibawahnyasampai di ujung jalan setapak
ia bertemu dengan sepasang kupu-kupu
asik menghisap nectar bunga matahari
gerimis berhenti
dihampiri dan ditangkapnya
tapi mereka pergi
terbang tinggitak sekalipun sang gadia kecewa
ia melipat payungnya
melanjutkan perjalanan
hingga sampai di gedung perjuangan, Cikini
disambutnya ia dengan sang ibu
mewah sekali hidupnyasatu jam berlalu ia kembali ke pekarangan sawah
dengan kebaya ia berjalan
disanggul rambutnya
menemui teman-teman yang hanya berpakaian keringat
yang terbungkus kain lusuh
dijaringnya capung-capung yang beterbangan
sungguh berbeda
tak kukira ia adalah gadis sederhana
-ZAN-

Keruh

air sungai mengalir deras,
tanpa diminta, ia memberikan
tanpa diberi, ia tetap ada
demi manusia agar berkecukupankemana ia mengalir,
selalu tumbuh hehijauan,
manusia puas dengan alam yang ada,
mereka lahir dengan kesempurnaankini sungai telah keruh,
tak ada kejernihan yang mampu ia berikan
semua ternoda
oleh kebohongan pendustacinta,
hatiku telah mati untuk merasa cinta
telah keruh karena cinta
yang diberi oleh pendusta
-ZAN-

In Your Eyes

Malam pekat, gemuruh hujan dan petir menggelegar membuat Nanda meringkuk di balik selimut ranjangnya. Hawa dingin membuatnya semakin mengeratkan selimut tebalnya.Ia memekik, ketika suara keras petir menelusup paksa ke dalam indera pendengarannya. Mulut Nanda terkatup, ketika ia mendengar suara lain yang menyusul kerasnya petir.Ketakutan yang ia rasakan semakin merasuk, kamar berukuran 2 x 3 meter yang ia tempati kini terasa sesak. Ia membawa tubuhnya lebih dalam di balik selimut, berharap rasa takut itu akan hilang. Namun, bukannya merasa tenang ia semakin ketakutan setelah kemudian ia mendengar suara pintu terbuka.
.
.
"Krieeeeeet...,"
.
.Nanda semakin larut dan tenggelam di balik selimut. Kemudian petir kembali menyambar lebih keras.
.
.
"Jedeeer!"
.
.Sarah terkejut,  ia melompat dari sofa karena petir yang menggelegar di dalam film itu, berbarengan dengan petir di langit malam dunia nyata. Rupanya di luar langit sudah menumpahkan airnya. Kini bulu kuduk Sarah be…

The Last Witch from Zeranel

Zeranel, sebuah negeri yang damai nan makmur terletak diantara Gunung salju Malverest dan lembah elf Savishta. Pertanian yang begitu hijau dan subur menghidupi masyarakat yang tinggal di sekitar. Diantara kedamaian di Zeranel, hiduplah seorang Penyihir yang tinggal sebatang kara.  Ia biasa dikenal dengan sebutan Nenek Sila. Dengan tinggal tersembunyi disebuah gubuk kecil dipinggir hutan, jauh terisolasi dari masyarakat negeri itu, hingga keberadaannya dianggap mitos. Setiap malam, ia selalu merajut pakaian dengan benang wol sebagai senjata untuk meracuni masyarakat dengan mengambil energinya. Namun, Ia memiliki satu kelemahan yang tidak diketahui siapapun.Setiap malam ketika bintang tak lagi berpendar, wujud aslinya yang memikat akan terlihat dan kekuatannya akan hilang sebagai pengganti rupa eloknya. Saat itulah Nenek Sila berani keluar dari gubuknya dan berjalan menyusuri jalanan di kota, menemui sosok-sosok manusia yang tidak tahu tentang jati dirinya. Namun, ketika rembulan menunj…

Masihkah Aku Bersujud, Esok?

udara malam yang sunyi menamparku
memberi ingatan perbuatanku
sia-sia atau bergunakah aku?
aku tidak tahu sewajarnya akuribuan kilometer kaki melangkah
berpikir terarah,
mencari tempat di tengah kerumunan,
hanya untuk bersimpuh bersama imanadakah esok hari kaki ini masih menopang?
memberi kisah-kisah selanjutnya,
memberi kebahagiaan selanjutnya,
atau denyut ini berhenti tiba-tiba?wahai pemilik jiwa
raga ini memang aku adanya
namun hati ini, jiwa ini, milik engkau seluruhnya
masih adakah kesempatan untukku di sana?sering kali terlihat mereka bersimpuh
tanpa tegaknya tubuh,
tanpa kaki kuat untuk menopang tubuh,
bahkan tanpa ada kesehatan lagi di dalam tubuhayah ibuku..
berilah istana indah bagi mereka di sana
di dunia, mereka berlari hanya untuk mencari berkah darimu
membuat dunia untuk darah-darah keturunannyawahai pemilik jiwa
biarkan diri ini tertutup rapat
ketika izrail datang padanya,
biarkan ia menyambut dengan rahasia yang tertutup rapat-ZAN-