Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2017

Keruh

air sungai mengalir deras, tanpa diminta, ia memberikan tanpa diberi, ia tetap ada demi manusia agar berkecukupan kemana ia mengalir, selalu tumbuh hehijauan, manusia puas dengan alam yang ada, mereka lahir dengan kesempurnaan kini sungai telah keruh, tak ada kejernihan yang mampu ia berikan semua ternoda oleh kebohongan pendusta cinta, hatiku telah mati untuk merasa cinta telah keruh karena cinta yang diberi oleh pendusta -ZAN-

Masihkah Aku Bersujud, Esok?

u dara malam yang sunyi menamparku memberi ingatan perbuatanku sia-sia atau bergunakah aku? aku tidak tahu sewajarnya aku ribuan kilometer kaki melangkah berpikir terarah, mencari tempat di tengah kerumunan, hanya untuk bersimpuh bersama iman adakah esok hari kaki ini masih menopang? memberi kisah-kisah selanjutnya, memberi kebahagiaan selanjutnya, atau denyut ini berhenti tiba-tiba? wahai pemilik jiwa raga ini memang aku adanya namun hati ini, jiwa ini, milik engkau seluruhnya masih adakah kesempatan untukku di sana? sering kali terlihat mereka bersimpuh tanpa tegaknya tubuh, tanpa kaki kuat untuk menopang tubuh, bahkan tanpa ada kesehatan lagi di dalam tubuh ayah ibuku.. berilah istana indah bagi mereka di sana di dunia, mereka berlari hanya untuk mencari berkah darimu membuat dunia untuk darah-darah keturunannya wahai pemilik jiwa biarkan diri ini tertutup rapat ketika izrail datang padanya, biarkan ia menyambut dengan rahasia yang tertutup rapat -ZAN-