Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2017

Keruh

air sungai mengalir deras,
tanpa diminta, ia memberikan
tanpa diberi, ia tetap ada
demi manusia agar berkecukupankemana ia mengalir,
selalu tumbuh hehijauan,
manusia puas dengan alam yang ada,
mereka lahir dengan kesempurnaankini sungai telah keruh,
tak ada kejernihan yang mampu ia berikan
semua ternoda
oleh kebohongan pendustacinta,
hatiku telah mati untuk merasa cinta
telah keruh karena cinta
yang diberi oleh pendusta
-ZAN-

In Your Eyes

Malam pekat, gemuruh hujan dan petir menggelegar membuat Nanda meringkuk di balik selimut ranjangnya. Hawa dingin membuatnya semakin mengeratkan selimut tebalnya.Ia memekik, ketika suara keras petir menelusup paksa ke dalam indera pendengarannya. Mulut Nanda terkatup, ketika ia mendengar suara lain yang menyusul kerasnya petir.Ketakutan yang ia rasakan semakin merasuk, kamar berukuran 2 x 3 meter yang ia tempati kini terasa sesak. Ia membawa tubuhnya lebih dalam di balik selimut, berharap rasa takut itu akan hilang. Namun, bukannya merasa tenang ia semakin ketakutan setelah kemudian ia mendengar suara pintu terbuka.
.
.
"Krieeeeeet...,"
.
.Nanda semakin larut dan tenggelam di balik selimut. Kemudian petir kembali menyambar lebih keras.
.
.
"Jedeeer!"
.
.Sarah terkejut,  ia melompat dari sofa karena petir yang menggelegar di dalam film itu, berbarengan dengan petir di langit malam dunia nyata. Rupanya di luar langit sudah menumpahkan airnya. Kini bulu kuduk Sarah be…

The Last Witch from Zeranel

Zeranel, sebuah negeri yang damai nan makmur terletak diantara Gunung salju Malverest dan lembah elf Savishta. Pertanian yang begitu hijau dan subur menghidupi masyarakat yang tinggal di sekitar. Diantara kedamaian di Zeranel, hiduplah seorang Penyihir yang tinggal sebatang kara.  Ia biasa dikenal dengan sebutan Nenek Sila. Dengan tinggal tersembunyi disebuah gubuk kecil dipinggir hutan, jauh terisolasi dari masyarakat negeri itu, hingga keberadaannya dianggap mitos. Setiap malam, ia selalu merajut pakaian dengan benang wol sebagai senjata untuk meracuni masyarakat dengan mengambil energinya. Namun, Ia memiliki satu kelemahan yang tidak diketahui siapapun.Setiap malam ketika bintang tak lagi berpendar, wujud aslinya yang memikat akan terlihat dan kekuatannya akan hilang sebagai pengganti rupa eloknya. Saat itulah Nenek Sila berani keluar dari gubuknya dan berjalan menyusuri jalanan di kota, menemui sosok-sosok manusia yang tidak tahu tentang jati dirinya. Namun, ketika rembulan menunj…

Masihkah Aku Bersujud, Esok?

udara malam yang sunyi menamparku
memberi ingatan perbuatanku
sia-sia atau bergunakah aku?
aku tidak tahu sewajarnya akuribuan kilometer kaki melangkah
berpikir terarah,
mencari tempat di tengah kerumunan,
hanya untuk bersimpuh bersama imanadakah esok hari kaki ini masih menopang?
memberi kisah-kisah selanjutnya,
memberi kebahagiaan selanjutnya,
atau denyut ini berhenti tiba-tiba?wahai pemilik jiwa
raga ini memang aku adanya
namun hati ini, jiwa ini, milik engkau seluruhnya
masih adakah kesempatan untukku di sana?sering kali terlihat mereka bersimpuh
tanpa tegaknya tubuh,
tanpa kaki kuat untuk menopang tubuh,
bahkan tanpa ada kesehatan lagi di dalam tubuhayah ibuku..
berilah istana indah bagi mereka di sana
di dunia, mereka berlari hanya untuk mencari berkah darimu
membuat dunia untuk darah-darah keturunannyawahai pemilik jiwa
biarkan diri ini tertutup rapat
ketika izrail datang padanya,
biarkan ia menyambut dengan rahasia yang tertutup rapat-ZAN-