Senin, 18 September 2017

Ribut-ribut

Malam itu kami dalam perjalaan menuju Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Mengunjungi kampung halaman salah seorang teman kampus.

Keberangkatan dibagi menjadi dua; kendaraan si pemilik kampung halaman melaju lebih dulu dengan keluarganya, kami mengekori.

Perjalanan yang dijadwalkan pada jam delapan malam, mundur dua jam karena salah seorang teman yang terlambat tiba. Orang mana yang sampai telat selama dua jam? Cuma dia seorang. *Mereka berempat memang doyan ngaret (teman-teman laki kami). Kalau mau dibahas satu-persatu tentang bagaimana mereka ngaret dan dalam kondisi apa saja, gue rasa satu laman blog ini tidak akan cukup. -_-

Selama perjalanan, posisi di dalam mobil yang kami tumpangi, teman yang ngaret tadi duduk di kursi penumpang paling depan. Sementara teman di sebelahnya mengendarai sambil mengangguk-anggukkan kepala menikmati lagu yang mereka putar. Di tengah ada ketiga teman perempuan gue yang... sepertinya sibuk dengan ponsel masing-masing. Gue? Di baris belakang bersama salah seorang teman perempuan. Sedikit kami membicarakan soal... "Eh, gimana tuh kelanjutan lo sama dia?" atau "Eh, gue bingung nih mau resign atau tetep. Menurut lo gimana, zul?" dan lain-lain.

Sampai di kilometer.... gue lupa. Di tol Cipali. Sebuah bus antar kota melaju di sisi kiri kami. Mereka berdua yang duduk di depan pun ribut. Kami di belakang perhatikan saja.

"Buka kacanya, bego!"
"Lo bisa buka sendiri, N****!"
"Oiye..."

.......................................

"Majuin dikit. Balapin.
"Yah nggak sama posisinya."
"Udah sekarang!"
.
.
.
"Om Telotet Om!!!!!!!"

Dan si supir bus antara kota pun membunyikan klaksonnya. Hal itu terjadi sebanyak tiga kali di jalur tol yang sama. Dasar gila, mereka berdua! *bertiga!


Jakarta, 18 September 2017



Z A N

Tidak ada komentar:

Posting Komentar