Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2017

Ayah

Ayah...
Masih sangat lekat kenangan masa-masa silam. Saat aku meracaumu yang sedang mengerjakan sesuatu. Kau bilang aku sungguh cerewet. Apa pun yang kulihat pasti kutanya padamu. "Ini apa, pak?", "Yang ini apa?", "Apa tuh?", "Yang ini buat apa, Pak?" dan pertanyaan-pertanyaan lainnya. Kau pun menjawab segala pertanyaanku dengan sabar.

Ayah...
Masih sangat lekat kenangan masa-masa silam. Saat kita bermain layang-layang bersama. Kau ajarkan aku dan abang menerbangkan layang-layang dengan baik. Kau buatkan layang-layang untuk kami dengan berbagai bentuk yang ada dalam imajinasimu. Cowboy, burung garuda, kupu-kupu, dan masih banyak lagi. Di atas genting canda tawa itu masih terus ada dalam ingatanku.

Ayah...
Masih sangat lekat kenangan masa-masa silam. Saat kau mengajarkanku membaca iqro. Aku mengenal huruf-huruf arab itu hingga aku mampu melantunkannya sampai di usia ini.

Ayah...
Masih sangat lekat kenangan masa-masa silam. Saat kau mengantarku b…