Selasa, 06 Maret 2018

Hari ke Tahun

Hari itu, aku lupa apa sebabnya hingga aku memutuskan untuk membuat akun blog. Aku hanya ingat bahwa sebelumnya, aku menghabiskan beberapa buku dan sejumlah kertas untuk kutuliskan sejuta isi kepala yang begitu tak masuk akal.

Aku tak suka menulis. Aku tak suka menulis; membuat cerita yang panjang dan diperlukan berbagai usaha memasukkan rasa ke dalamnya. Aku tidak bisa.

Aku lupa puisi pertama yang kubuat saat diberi tugas oleh Ibu Susi-guru bahasa SMP. Namun, aku ingat aku menceritakan halaman sekolah di gedung A dekat Lab Biologi yang seringkali diisukan menjadi salah satu tempat horor di sekolah.

Aku masih ingat seperti apa halaman pemilik pohon jambu itu. Mungkin kini telah berubah karena SMP tempatku belajar baru saja usai direnovasi. SMP Negeri 10 Jakarta. Beruntung aku lolos ujian dan berhasil menjadi siswi di sana.

Kemudian aku ingat puisi kedua yang kubuat di tingkat II. Aku mendapat penilaian buruk dari seorang juara kelas. Aku disangkakan sebagai plagiat. Aku tak menyangkal, karena tidak ada yang perlu disangkal. Tentu itu tidak benar. Aku membuat puisi untuk ibuku. Aku lupa seperti apa, tetapi, aku ingat aku menguraikan 'mata', 'hidung', dan 'lembutnya rasa'. Entahlah....

Sejak hari itu, aku tak bisa menulis. Aku tak bisa membuat naskah drama. Aku tak bisa membuat cerita pendek. Aku bahkan gagal menyelesaikan tugas bahasa di tingkat III dalam membuat cerpen tentang kehamilan remaja di luar nikah. Aku masih ingat kegagalan itu.

Ya, aku tidak bisa menulis.

Tahun 2011 aku memulai kembali. Aku bertemu seorang teman di facebook yang kerap kali menandaiku dalam catatan karyanya. Dia membuat beberapa cerita pendek yang sangat bagus. Aku suka membacanya. Dia menyarankanku untuk melanjutkan tulisan-tulisanku dan melahirkannya.

Mulai hari itu, aku menuangkannya ke dalam buku hingga hari ini aku menggunakan blog untuk menuangkan isi kepala yang tidak seberapa kreatif dan imajinatif.

Aku tersadar kini. Aku bukan tidak bisa menulis, hanya saja aku belum bisa. Juga, aku tidak terlalu percaya pada kemampuanku sebelumnya.

Siang ini aku bersyukur, aku akan melahirkan karya solo pertamaku yang diakui oleh salah satu platform asal korea selatan. Meski begitu, meski ceritaku tidak seberapa, aku berdoa semoga pembaca suka dan merasa senang dengan hiburan yang kusuguhkan melalui cerita yang kurangkai.

Terima kasih Allah yang telah menentukan jalanku, orang tua yang selalu khawatir serta mendukung, saudara/i, teman dan kerabat. Tanpa dukungan kalian, tanpa doa kalian, mungkin saat ini aku masihlah seorang perempuan 23 tahun yang tidak percaya diri.


Sekali lagi,
terima kasih.


Jakarta, Maret 2018.
Salam,



Z A N

Ps.
Percayalah pada kemampuan dirimu, berusaha dan berdoa adalah cara terbaik. Kemudian ikhlas pada segala hasil yang kau dapat dan bersyukurlah. Itu kunci untukmu selalu merasa bahagia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar