Sabtu, 30 Juni 2018

Terlalu Besar

Hal yang sangat dirindukan dari blog adalah "lo bisa menceritakan apa pun dengan gaya apa pun, sekesal dan setulus apa pun, tanpa mengacuhkan jumlah pembaca, like, share, and comment."

Kayak apa yang gue lakukan sekarang.

Setelah melalang buana ke berbagai platform literasi, pada akhirnya blog adalah tempat berbagi yang sangat nyaman.

Hm....

Cita-cita....

16 atau 19 Maret lalu gue melakukan interview kerja di sebuah kantor amil di jakarta (kantor gue sekarang ini). Salah satu pertanyaan yang gak bisa gue lupakan adalah, "apa cita-cita kamu?"

Sampai hari ini, gue masih belum tahu dan belum menemukan jawabannya.

Apa karena cita-cita gue terlalu besar? Atau, cita-cita gue yang terlalu banyak?

Gue lebih memilih jawaban pertama; cita-cita gue terlalu besar. Kenapa? Karena kalau faktanya gue memilih nomor dua, itu berarti gue memilih menjadi orang serakah. Bukan begitu?

Sekarang, kenapa cita-cita itu terlalu besar?

Jawabannya, sampai hari ini hal itu belum tercapai bahkan gue sudah merencanakannya sejak lima atau empat tahun yang lalu.

Gue yakin, kalau kesempatan gue untuk mewujudkan hanya sebesar 47%; yang mana angka tersebut didominasi oleh hasrat gue yang begitu kuat dibanding kesiapan dan keadaan.

Lalu,apa cita-cita gue?
Mungkin gue baru bisa menjawab setelah hal tersebut tercapai.

Jakarta, 30 Juni 2018

ZAN

Tidak ada komentar:

Posting Komentar