Abstrak Skripsi 29 Agustus 2016


ABSTRAK

ZULFHA ASMAR NURLIA: 1225011

PENGARUH MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN
PADA ORGANISASI SOSIAL MASYARAKAT

Skripsi, ix halaman. 60 Halaman.
           
           
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja karyawan pada Organisasi Sosial Masyarakat.

Dalam penelitian ini, digunakan metode survei dengan mengambil sampel dari seluruh populasi. Variabel yang diteliti adalah motivasi kerja sebagai variabel bebas dan kinerja karyawan sebagai variabel terikat. Populasi penelitian ini adalah karyawan Organsasi Sosial Masyarakat yang berjumlah 150 orang. Teknik pemilihan dilakukan dengan sampel insidental yang berjumlah 70 responden. Teknik pengolahan data menggunakan kuesioner yang dibagikan kepada responden yang terpilih sebagai sampel. Teknik pengolahan dan analisis data yang digunakan adalah uji validitas dan reliabilitas, analisis statistik deskriptif, analisis regresi dan korelasi linier sederhana dilengkapi uji asumsi klasik dan uji koefisien determinasi.

Berdasarkan hasil analisis statistik deskriptif diperoleh rata-rata skor variabel motivasi kerja sebesar 4,06 dan variabel kinerja karyawan sebesar 4,01. Persamaan regresi sederhana yang diperoleh : Ŷ = 1,853 + 0,476X. Hasil uji asumsi klasik regresi menunjukkan bahwa residual terdistribusi normal, tidak terjadi heteroskedastisitas, dan tidak terjadi autokorelasi, sehingga modelnya BLUE (Best, Linear, Unbiased, Estimator).

Hasil uji hipotesis parameter koefisien regresi dengan pengujian satu sisi menunjukan bahwa t hitung = 4,303 > t (0,05 ; 68 ) = 1,995 dan signifikansi 0,000 <  0,05 maka H0  ditolak dan H1 diterima, berarti motivasi kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. Hasil analisis koefisien korelasi (r) menunjukkan nilai 0,463 dan signifikansi 0,000 < 0,05, hal ini berarti bahwa ada hubungan yang sedang, positif dan signifikan antara motivasi kerja dan kinerja karyawan. Hasil analisis koefisien determinasi (r2) sebesar 0,214, hal ini berarti variabel motivasi kerja mampu menjelaskan variasi kinerja karyawan sebesar 21,40%, sedangkan koefisien non determinasi (1-r2) sebesar 0,786, hal ini berarti bahwa 78,60% dijelaskan oleh faktor lain. 

Untuk meningkatkan kinerja karyawan, disarankan agar perusahaan atau pimpinan dapat lebih menerapkan motivasi kerja sesuai dengan tugas dan tanggung jawab dari tiap-tiap karyawan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rayuan Senja

Ujung Genteng - Part 1

Mengunjungi Si Karang yang Numpang