Dampak Pembangunan Terhadap Lingkungan Kesehatan Masyarakat


BAB 1
PENDAHULUAN

1.1.Latar Belakang

Kita bandingkan dengan beberapa tahun yang lalu, lingkungan di sekitar kita masih begitu alami dan sejuk, banyaknya lahan hutan yang menjadi habitat bagi berbagai jenis hewan kini sudah berubah menjadi pemukiman-pemukiman penduduk, pabrik, area perbelanjaan, lahan pertanian, dan sebagainya. Hal ini akan menimbulkan dampak yang luas bagi kehidupan kita dimasa yang akan datang. Seperti banjir, tanah longsor kepunahan berbagai satwa langka, ketersediaan air bersih yangterbatas dan sebagainya, hingga berujung pada pemanasan global.

Pembangunan tidak dapat dihentikan, sebab pembangunan berbanding lurus dengan bertambahnya jumlah penduduk dan jumlah kebutuhan masyarakat. Semakin banyak penduduk, maka semakin banyak pula lahan yang harus digunakan untuk membuat pemukiman tempat tinggal mereka, semakin banyak penduduk maka semakin banyak pula kebutuhan akan bahan pokok yang menyebabkan pembangunan industry dan lahan pertanian akan semakin menjamur. Oleh karena itu, dengan semakin bertambahnya jumlah penduduk yang ikut menambah jumlah pembangunan, kita hanya dapat melakukan pembangunan yang ramah terhadap lingkungan, dan  saling menguntungkan antara kehidupan manusia dan kehidupan makhluk hidup lainnya serta lingkungan sekitar kita tinggal agar terjaga selalu keseimbangan lingkungan .



BAB II
Tinjauan Pustaka

A.   PENGERTIAN LINGKUNGAN

Pengertian lingkungan adalah segala sesuatu yang ada di sekitar manusia yang memengaruhi perkembangan kehidupan manusia baik langsung maupun tidak langsung. Lingkungan bisa dibedakan menjadi lingkungan biotik (benda hidup) misalnya manusia, hewan, dan tumbuhan dan lingkungan  abiotik (benda mati). Seringkali lingkungan yang terdiri dari sesama manusia disebut juga sebagai lingkungan sosial. Lingkungan sosial inilah yang membentuk sistem pergaulan yang besar peranannya dalam membentuk kepribadian seseorang.

B.   LINGKUNGAN HIDUP

Secara khusus, kita sering menggunakan istilah lingkungan hidup untuk menyebutkan segala sesuatu yang berpengaruh terhadap kelangsungan hidup segenap makhluk hidup di bumi. Adapun berdasarkan UU No. 23 Tahun 1997, lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda dan kesatuan makhluk hidup termasuk di dalamnya manusia dan perilakunya yang melangsungkan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lainnya.

Unsur-unsur lingkungan hidup dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu:

1. Unsur hayati (biotik), yaitu unsur lingkungan hidup yang terdiri dari makhluk hidup, seperti manusia, hewan, tumbuh-tumbuhan, dan jasad renik.
2. Unsur Sosial Budaya, yaitu lingkungan sosial dan budaya yang dibuat manusia yang merupakan sistem nilai, gagasan, dan keyakinan dalam perilaku sebagai makhluk sosial. Kehidupan masyarakat dapat mencapai keteraturan berkat adanya sistem nilai dan norma yang diakui dan ditaati oleh segenap anggota masyarakat.
3. Unsur Fisik (Abiotik), yaitu unsur lingkungan hidup yang terdiri dari benda-benda tidak hidup, seperti tanah, air, udara, iklim, dan lain-lain. Dampak dari hilangnya unsur fisik yang baik di muka bumi adalah terjadinya bencana kekeringan, banyak hewan dan tumbuhan mati, perubahan musim yang tidak teratur, munculnya berbagai penyakit, dan lain-lain.

Dampak pembangunan
                                       
·        DAMPAK POSITIF
1.      Menambah penghasilan penduduk sehingga meningkatkan kemakmuran
2.      Perindustrian menghasilkan aneka barang yang dibutuhkan oeh masyarakat.
3.      Perindustrian memperbesar kegunaan bahan mentah.
4.      Usaha perindustrian dapat memperluas lapangan pekerjaan bagi penduduk.
5.      Mengurangi ketergantungan Negara pada luar negeri.
6.      Dapat merangsang masyarakat utuk meningkatkan pengetahuan tentang industri.

·         DAMPAK NEGATIF
1.   Limbah industry akan menimbulkan pencemaran air, tanah dan udara
2.   Asap-asap pabrik menimbulkan polusi udara.
3.  Akibat dari pncemaran, banyak menimbulkan kematian bagi binatang-binatang,manusia dapat terkena penyakit, hilangnya keindahan alam dan lain-lain.
4. Penurunan kualitas lingkungan. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin pesat serta dorongan pertumbuhan ekonomi telah memacu kegiatan yang mengakibatkan menurunnya kualitas lingkungan.



C.   DAMPAK PEMBANGUNAN TERHADAP LINGKUNGAN KESEHATAN MASYARAKAT

Kegiatan pembangunan dilaksanakan untuk memenuhi kebutuhan dan kesejahteraan masyarakat. Dilain sisi, kegiatan pembangunan mempunyai potensi yang besar untuk menimbulkan dampak lingkungan. Adalah suatu aturan kesepakatan yang sudah diterima, bahwa pihak yang menimbulkan dampak bertanggungjawab terhadap semua kerugian dan kerusakan yang.ditimbulkannya (the polluter must pay for the damage he has done). Pemahaman tentang Dampak Lingkungan menjadi sangat penting pada setiap kegiatan pembangunan  untuk terciptanya lingkungan yang selaras, harmonis dan sehat.

Tahapan Kegiatan Pembangunan  :  

A.    Tahap Prakonstruksi :

1.Pengadaan Lahan
2.Mobilisasi peralatan
3.Pematangan tanah,
4.Pembuatan pagar,
5.Penimbunan,
6.Pengerasan tanah,
7.Pembuatan saluran air,
8.Pembuatan jalan utama,
9.Cabang cabang jalan, pematokan lahan,
10.Pengadaan jaringan listrik,
11.Pengadaan sarana telkom.
12.dll



B.Tahap Konstruksi :

1.Pembangunan sarana fasilitas
2.Pemasangan mesin mesin
3.Pemasangan pipa pipa ,
4.Pengeboran ,
5.Penggunaan bahan peledak,
6.Pembangunan kantor, Gedung dan sarana lainnya
7.Pembuatan jalan dalam lokasi kawasan proyek,
8.Pemasangan alat alat komunikasi,
9.Pembangunan konstruksi unit pengolah limbah dan lain   lain.

C. Tahap Operasi :

1.Kegiatan produksi dan distribusi hasil
2.Rekruitmen tenaga kerja professional
3.Bertambahnya mobilitas penduduk
4.Dihasilkannya limbah
5.Terjadi peningkatan arus lalu lintas dari kenderaan
6.dll

D.Tahap Pasca Operasi :

1.Mobilisasi alat-alat produksi,
2. Mobilisasi tenaga kerja
3. Meningkatnya kepadatan dan mobilisasi penduduk
4.Dihasilkannya limbah proyek dan penduduk.
5.dll.



Dampak Kegiatan Pembangunan :

Umumnya:
1.Fisik
2.Biologi
3.Sosial
4.Ekonomi
5.Budaya, dan
6.Kesehatan masyarakat.
D. Dampak tahap prakonstruksi :

1. Terhadap Psikis

a.keresahan masyarakat,
b.harga tanah tidak menentu
c.konflik sosial
d.masalah lalu lintas.
e.hilangnya mata pencaharian pddk).
f.dll

2.Terhadap Fisik
a.kebisingan,
b.debu mengakibatkan ispa, penimbunan debu di paru yang bersifat permanen.
c.dll

E. Dampak tahap konstruksi :

Terhadap Psikis Dan Fisik :
1.masalah lalu lintas.
2.masuknya budaya dr tenaker dr luar
3.kebisingan
4.debu mengakibatkan ispa, penimbunan debu di paru yang bersifat permanen.
5.dll

F. Dampak tahap operasi :

1.Terhadap Psikis
a.konflik sosial
b.masalah lalu lintas.
c.masuknya budaya dr tenaker dr luar
d.dll

2.Terhadap Fisik
a.kebisingan
b.limbah yang mengakibatkan pencemaran lingkungan yg dpt menimbulkan gangguan kesehatan akut maupun kronis.
c.dll

Prinsip Penanganan Dampak Kesehatan :

1.Menghilangkan /mengendalikan sumber  dampak  (bahan pencemar, vektor penyakit, mikroorganisme penyebab, dan alat-alat yang digunakan)
2.Mengelola media lingkungan dengan pendekatan teknologi
3.Membuat base line data kesehatan masyarakat
4.Meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan dan  pemantauan dampak
5.Promosi kesehatan kepada masyarakat.




BAB III
PENUTUP

A.       KESIMPULAN

Adapun kesimpulan dari makalah ini yaitu, masalah pembangunan di satu pihak menunjukkan dampak positif terhadap lingkungan dan masyarakat seperti tersedianya jaringan jalan, telekomunikasi, listrik, air, kesempatan kerja serta produknya sendiri memberi manfaat bagi masyarakat luas dan juga meningkatkan pendapatan bagi daerah yang bersangkutan. Masyarakat sekitar pabrik langsung atau tidak langsung dapat menikmati sebagian dari hasil pembangunannya. Di pihak lain apabila pembangunan ini tidak diarahkan akan menimbulkan berbagai masalah seperti konflik kepentingan, pencemaran lingkungan, kerusakan, pengurasan sumberdaya alam, masyarakat konsumtif serta dampak sosial lainnya yang pada dasarnya merugikan masyarakat.



*Di susun pada 10 November 2014 sebagai pemenuh tugas.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rayuan Senja

Ujung Genteng - Part 1

Mengunjungi Si Karang yang Numpang