Almost Seperempat

Perihal urusan orang dewasa ...
Gue akui, gue gak berpengalaman memahami makna hati. Apalagi kalau diminta memahami maksud laki-laki. 0%! Totally, I can't understand what he want to.

Beberapa kali gue baca artikel di Tumblr soal paham-memahami dua arti, menemukan makna cinta dari dua hati. Pret!

Gue jarang baper, tapi sering ketampolnya!

Gini, dulu ... gue pikir gue mudah jatuh hati. Gue pikir, gue gampang suka sama orang, gampang baper, gampang digombalin, dan gampang-gampang lainnya.

Dan mungkin aja, itu benar(?)

Pahitnya, tahun ini adalah tahun keempat dimana hati gue luluh sama satu manusia yang masih tinggal di bumi; padahal kenalnya juga sangat gak diduga, gak direncanakan, di tempat yang gak keliahatan.

Gue sih gak pernah bilang soal isi hati gue, menurut gue gak penting juga sih. Dia yang masih ambisi sama mimpi-mimpinya, gue yang masih fokus sama rencana-rencana.

Gue sama dia, ibarat Sindoro sama Merbabu. Dekat, tapi gak bisa nyatu.

Sampai akhirnya, karena gak menemukan titik terang dari diri gue sendiri, apakah perasaan gue ini beneran nyata, atau hanya kagum semata? Gue pun memutuskan untuk menyudahi intensitas itu di Agustus kemarin.

Gue sadar, situasi sama-sama gak memungkinkan.
Mungkin dia tahu, tapi dia pura-pura gak tahu.
Gue paham, masih banyak capaian-capaian yang lagi dia raih.

Menyebalkannya, sangat sulit mengatakan "cukup" pada hati diri sendiri.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kullu ma Qadarullah Khair

Pendidik yang Arif

Di Antara Jejak Tertinggi