Semoga Sehat Selalu

Bercerita adalah solusi terbaik untuk meredam emosi. Cerita soal rasa, soal pikiran, soal situasi. Aku pernah bicara soal situasi pada beberapa kawan yang aku percaya. Sedikitnya ada tiga orang, dan mereka baru mengenalku satu-dua tahun belakangan ini.

Aku cerita soal mimpi-mimpiku. Harapanku. Tujuan hidupku. Hingga segala yang aku miliki sampai saat ini. Aku gak pernah berharap mereka akan tersentuh, tapi memalukannya mereka semua hampir menangis mendengar ceritaku.

Aku bisa lihat ke dalam mata-mata mereka. Si gadis berkacamata dengan kerudung panjang khasnya. Si gadis perawat yang sebentar lagi akan menikah. Serta si terapis autis yang sangat dewasa.

Aku belajar banyak dari mereka.

Mereka sangat mampu mensyukuri hidupnya. Mereka yang pernah jatuh, sakit keras, terombang-ambing. Sedang aku, hanya segini saja sudah menceritakan seolah telah banyak yang aku perjuangkan. Malu.

Mereka sungguh lebih besar perjuangannya dariku.

Sebelah mata.
Orang lain memang seringkali begitu terhadap pandangannya pada orang lain. Tanpa pernah mencoba menahan emosi dan bertanya baik-baik tanpa maksud menyudutkan.

Manusiawi.
Di Indonesia, sikap manusiawi normalnya memang begitu. Mendengarkan, kemudian membandingkan kehidupannya dengan si kasus. Alih-alih memberikan solusi. Padahal belum tentu si pemilik kasus membutuhkan solusi.

Kepada si kacamata, si perawat, dan si terapis
Semoga sehat selalu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PELANGI

Langit Berbeda

Seperti Dirimu