Ekspektasi

Begitu banyak pertanyaan dalam benak yang sebetulnya gak perlu dicari jawabannya. Seperti ketika ingin sekali makan es krim di usia satu tahun, lalu bapak dan ibu berkata, "udah ya, sedikit aja ... nanti batuk."

Akhirnya ketika beranjak usia baru kita tahu, kalau fisik saat itu memang masih terlalu lemah.

Beranjak tambah usia makin banyak ekspektasi yang dibuat. Begitu percaya diri pada pencapaian yang akan diraih, pada ekspektasi yang sudah disusun. Kalau aja kita menyadari, saat itu ego sedang memenangkan diri. Padahal kita tahu, sebaik-baik perencana itu hanya Allah.

Jadi, berhentilah berekspektasi dan teruslah belajar dari sudut pandang orang lain. Dari sana, jawaban-jawaban itu akan datang. Allah yang akan tunjukkan.

Selamat berkilas balik sepanjang 2020.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kullu ma Qadarullah Khair

Pendidik yang Arif

Di Antara Jejak Tertinggi