Pilihan

Mungkin kita terlalu sibuk pada pencapaian diri sendiri. Terkadang sampai lupa menanyakan apa yang sedang dialami orang sekitar, meski barang sekali saja.

Mungkin kita terlena pada apresiasi yang didapatkan baru-baru ini. Lingkungan yang menyenangkan, kawan yang setia, atau ... cinta yang kita anggap apa adanya.

Seringkali manusia jadi puitis tiba-tiba saat hatinya resah, sesekali mereka menuliskan kisah romantis menyaingi pride and prejudice. Sambil senyam-senyum ia bayangkan adegan dari tulisannya.

Mungkin, sebetulnya kita lemah ... lemah pada pendirian kita sendiri. Lemah pada keyakinan yang terus bergejolak. Lemah pada hal-hal yang kita anggap mustahil. Lemah ... pada saat hati merasa jatuh.

Terkadang, kita gak butuh bertemu untuk mengakui cinta. Seringkali, pertemuan mengartikan kesalah pahaman. 

Kita hanya perlu mengakui pada diri sendiri. Jujur. Terakhir, kita hanya perlu memaafkan masa lalu, tanpa perlu merasa bersalah pada keputusan yang dulu kita pilih.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kullu ma Qadarullah Khair

Pendidik yang Arif

Di Antara Jejak Tertinggi