Awalnya

Pagi itu, jadi pagi paling bahagia baginya. Meski hanya dalam beberapa waktu saja.
Pagi itu, punya kesan tersendiri baginya. Bisa-bisanya dia percaya pada sesuatu yang mustahil bagi orang lain.
Pagi itu, awal dari keyakinannya yang perlahan rapuh. Ia tak bisa menghindar dari debar dadanya.

Hari-hari esok masih sama, sampai hari ke-348, semua masih baik-baik saja.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kullu ma Qadarullah Khair

Pendidik yang Arif

Daun dan Malam