Wifi Gue!

Namanya Arief. Anak blasteran Kalimantan - Sumatera yang lahir dan besar di Bontang. Dia, wifi gue.

Dari pertama kali kenal (2017), tingkahnya gak pernah berubah. Konyol, gak ribet, apa adanya, simpel, dan agak ... melankolis (?)

Gue kenal bocah satu ini di komunitas literasi online. Ngobrol soal buku-buku dan genre penulisan yang kita (se-grup) suka. Setiap hari selalu ada challenge bikin cerita super pendek dengan genre yang berbeda. Tulisan dia, selalu bikin gue pengin baca lagi, pengin baca lagi, pengin baca ... lagi.

Pertama kali gue keep in touch sama nih anak, waktu pertama kali gue upload foto Rinjani (foto kiriman yang cukup berharga buat gue). Gara-gara itu gue jadi banyak ngobrol sama Arief ngebahas "Sunset bersama Rosie".

Setelah hampir empat tahun keep contact, dia malah jadi penasehat gue. Bertingkah sok bijak ngajarin gue ini-itu (biar gue gak salah langkah sih kayaknya), selalu kasih pandangannya ke gue di saat gue minta ataupun nggak. Selalu respons cepet, kecuali kalo lagi ngurus "Ray" (anaknya). Dan dia selalu siap bantu gue apapun.

Mungkin tampak berat sebelah, tapi gue seneng tiap dia cerita ke gue soal pikiran-pikirannya. Entah itu bahan diskusi, soal kehidupan, ataupun perkembangan kehidupan kita masing-masing.

Buat gue, Arief itu kunci. Karena dia, banyak hal yang terbuka di pandangan gue yang sebelumnya gak paham tentang "kenapa dan gimana".

Gue gak akan bilang Arief itu google gue. Karena banyak hal tentang pikiran gue yang dia juga gak tau. 

Tapi, dia tahu satu hal mutlak tentang apa yang bikin gue sulit berlari dan gak pernah berubah sampai saat gue mengetik ini.

=========================================

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kullu ma Qadarullah Khair

Pendidik yang Arif

Daun dan Malam